Apa Itu Teknik Material ITB? Part 6 – Mata Kuliah Tahun Keempat

Pindah ke https://mwbknowledge.wordpress.com/2015/06/24/apa-itu-teknik-material-itb-part-6-mata-kuliah-tahun-keempat/

Iklan
Categories: Ilmu, Teknik Material | Tag: , , , , , , | 2 Komentar

Mengapa Telur 1/2 Matang Lebih Menggoda Dibandingkan Telur Matang Biasa

Telur merupakan makanan yang dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia. Lagian, ada berapa orang di dunia sih yang belum pernah melihat telur sama sekali dalam hidupnya? (Mungkin ada sih. Mungkin). Telur juga sudah menjadi suatu misteri bagi manusia selama ribuan tahun, termanifestasi dalam bentuk pertanyaan “Mana yang ada lebih dulu, ayam atau telur?” Akan tetapi, postingan pada kali ini tidak akan membahas jawaban mana yang datang lebih dulu dikarenakan ayam sama telur sama-sama enak kalau digoreng.

Telur yang paling banyak dikonsumsi oleh kebanyakan orang adalah telur ayam. Ini kata saya lho, gak ada datanya, cuma, ya, katanya aja. Iya saya tau gak bener, tapi apa yang kamu harapkan dari postingan yang membahas telur 1/2 matang di blog saya? Di Indonesia, telur ini dimasak dengan berbagai macam cara: direbus, diceplok, didadar, diomeletkan, diorak-arik, dibalado, dicampur dengan masakan lain, dan sebagainya. Akan tetapi, ada 1 cara memasak telur yang terlihat lebih superior dibandingkan dengan cara memasak telur yang lain. Cara memasak telur ini terlihat superior karena ia memang superior. Cara yang saya maksud ini adalah telur yang dimasak 1/2 matang.

Look at that smexy, juicy half cooked egg. Nyessss.

Menu telur 1/2 matang banyak sekali dijumpai di warung-warung kaki lima maupun restoran bintang lima (ehm gak tau sih sebenernya cuma karena hotel bintang lima berima dengan kaki lima jadi ditulis aja). Hal ini menandakan bahwa banyak orang yang suka. Kalau kamu tidak suka, mungkin sekarang adalah saatnya kamu mulai mempertanyakan apa tujuan hidup kamu (spoiler: untuk membuat telur 1/2 matang). Telur 1/2 matang ini mempunyai pesona yang luar biasa unik sehingga membuatnya berbeda dari saudara-saudara telurnya yang lain. Apa saja alasan yang membuat telur 1/2 matang lebih menggoda dibandingkan telur matang biasa?

1. Tidak mainstream
Kita sudah mengetahui bahwa takdir bahan mentah itu adalah untuk menjadi matang. Ketika kamu melihat sebuah telur, maka kamu seakan-akan seperti sudah melihat suratan takdir di telur tersebut bahwa sudah nasibnya dia menjadi matang. Tetapi tidak dengan telur setengah matang. Dia berani melawan norma-norma yang telah disematkan oleh masyarakat bahwa sudah seharusnya telur itu dimasak secara matang. Dia berani membuktikan bahwa dia berani menjadi diri sendiri tanpa harus mengikuti arus mainstream dari telur-telur lainnya. Dia menjadi…setengah matang.

Telor hipster

2. Tekstur yang unik
Ketika kamu membaca poin nomer 1 mungkin kamu sudah menyadari bahwa postingan blog ini ngaco dan kamu mulai mempertanyakan keputusan hidup kamu kenapa kamu ngeklik postingan blog ini. Tapi poin kedua ini setengah serius kok. Tekstur dari telur setengah matang sangat unik. Dia begitu lembut, fluffy, namun tetap ada sedikit bagian telur yang matang yang ketika digigit menjadi agak bouncy. Tekstur yang lembut fluffy fluffy tapi bouncy ini lah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi telur setengah matang. Umm, ini saya lagi mendeskripsikan tekstur telur 1/2 mateng kok. Bukan yang lain. Suer.

nyemmmmmm

3. Sangat tricky untuk dibuat
Agar tekstur yang unik seperti yang disebutkan pada poin nomor 2 dapat dihasilkan, seorang pemasak telur setengah matang sejati haruslah mengetahui kapan waktu yang pas untuk memasak telur setengah matang. Dimasak terlalu cepat, maka telur akan terlalu mentah dan masih terlalu cair untuk dimakan. Dimasak terlalu lama maka telur akan menjadi terlalu matang, dan kamu telah sukses membuat telur rebus biasa. Konon katanya untuk dapat mencapai keseimbangan ini seseorang haruslah memiliki jiwa yang suci dan tulus serta berlatih berpuluh-puluh tahun. Dan seperti kebanyakan kalimat yang diawali dengan “katanya“, pernyataan barusan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Harus pas masaknya.

4. Dia tidak mentah dan tidak matang; dia berada di tengah-tengah spektrum
Seperti keseimbangan alam semesta yang tergambar pada konsep yin dan yang, telur setengah matang juga berada di tengah-tengah keseimbangan. Dia tidak matang, dan dia tidak mentah. Dia selalu memposisikan dirinya berada di tengah-tengah. Tidak terlalu condong kemanapun. Tidak suka menjudge telur manapun karena dia selalu berusaha melihat dari sisi yang lain. Maka dapat dikatakan bahwa telur 1/2 matang merupakan pergambaran sejati dari kesetimbangan alam semesta.

5. Kalau kamu sudah membaca postingan blog ini sampai di sini, maka harusnya kamu sudah menyadari bahwa penulis artikel ini udah kebanyakan makan telur 1/2 matang ampe bego dan kamu sudah membuang beberapa menit waktu kamu yang berharga untuk ngebaca ini.

.
.
.
Jadi intinya saya mau bilang kalo telur 1/2 matang itu enak. Udah gitu aja.

Categories: Daily Blog | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Ketika Data Bisa Disandera

Dulu, sekitar 8 tahun yang lalu (dari saya menulis ini) saya tidak pernah bermimpi bahwa suatu saat nanti di masa depan, serangkaian sinyal yang terdiri dari 0 dan 1 dapat memegang peranan yang sangat penting. Kesannya, ah tinggal di klik kanan trus delete juga gampang ilang. Tapi begitulah kesan saya terhadap data digital; amat rapuh dan mudah hilang.

Masuk ke bulan Mei tahun 2016, pagi-pagi dikejutkan oleh telepon dari neng echiezo bahwa laptopnya tiba-tiba terkunci karena virus dan ada pesan bahwa semua filenya telah terenkripsi. Saya kala itu baru pertama kali tau bahwa virus tersebut adalah sebuah malware yang masuk ke dalam kategori ransomware, dan ketika baca deskripsi apa yang dapat dilakukan oleh malware tersebut, terlintas satu kata di pikiran saya: jahat. Iya, malware ini jahat bener. Istilahnya, file-file kamu dibongkar sehingga gak bisa dibaca lagi oleh komputer. Dari file office hingga foto-foto, hampir semuanya. Permanen. Jadi walaupun kamu sudah berhasil membersihkan “virus” ransomware dari komputer kamu, file-file kamu masih tetap terkunci. Permanen. Dan kuncinya ada di orang yang menyebarkan virus tersebut; sang penyandera. Makanya malware tersebut disebut ransom (uang tebusan) ware; biar dapet kuncinya, kamu harus bayar tebusan (yang dibayarnya pake bitcoin) ke si “penyandera”. Dan uang tebusannya mahal.

Kemudian satu tahun kemudian, di bulan Mei tahun 2017, dunia dikejutkan oleh serangan wabah ransomware terbesar hingga saat ini.

Buat saya, ini jahat bener sih. Kamu memanfaatkan rasa takut dan rasa kebutuhan korban akan file-filenya lalu memaksa mereka mengirimkan uang. Dan ketika udah dibayar, gak jaminan juga file kamu bakal balik. Ibarat di film-film penyanderaan lah, uang tebusan dibayar gak ada jaminan sanderanya dibiarkan hidup.

Dua kejadian tersebut membuat saya berpikir, data digital sudah menjadi benda yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan sampai-sampai mereka dapat disandera dan ditukar dengan uang. Kita benar-benar semakin memasuki dunia digital. Tapi sayangnya, perkembangan dunia digital ini sepertinya terlalu cepat sehingga banyak hal yang mungkin belum terpikirkan atau terlewatkan oleh kita. Serangan masal ransomware di tahun ini mungkin bisa jadi menjadi semacam wake-up call; kita disuruh bangun dan melihat bahwa data kita dapat diancam dengan cara seperti itu. Jika data digital sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup, sepertinya sudah saatnya untuk meningkatkan edukasi akan teknologi digital ini kepada orang awam agar kita bisa lebih siap jika suatu saat nanti akan ada kasus seperti ini terjadi lagi.

Oh iya, udah 5 paragraf tapi isinya meracau aja ya, haha. Tips pencegahannya? Untuk kasus serangan ransomware yang kemarin, ada satu blog dari mas Budi Rahardjo yang sangat membantu sekali di sini. Kemudian, tips umumnya adalah selalu backup data secara berkala, baik offline maupun online. Pasang anti-ransomeware atau antivirus yang memiliki ransomeware (avira gak punya jadi saya install anti ransomware lagi), selalu update antivirus, dan selalu update sistem operasi ke versi terbaru. Saat blog ini diketik, wabah serangan ransomware udah sedikit mereda, tapi kita harus tetap selalu waspada.

Categories: Computer Stuff, Daily Blog, Ilmu | Tag: , | Tinggalkan komentar

Ketika Dunia Tiba-tiba Menjadi “Luas”

Nggak, saya gak bilang kalo tiba-tiba secara ajaib bumi jadi melar dan bertambah luas. Tapi tau ngga, saya selalu berpikir kalo perkembangan teknologi sekarang tu melesat cepat banget. Like, abnormally fast. Sepertinya perkembangan teknologi di 17 tahun pertama pada abad-21 lebih menakjubkan daripada perkembangan teknologi dari abad 20 ke 21 (opini pribadi sih).

Ini adalah sedikit cerita di abad internet.

Sekarang, di jaman penuh dengan ponsel pintar, semuanya serba terhubung dan mudah. Dulu sih, ya boro-boro, hape paling cuma bisa sms sama telepon. Jaman-jaman saya SMA akhir sekitar tahun 2007-2008, hape udh bisa dipake browsing pake opera mini (yg sy masih pake ampe sekarang) sama chattingan di yahoo messenger ato ebuddy (udah lama kan gk denger ebuddy, haha), tapi tetep kalah jauh jika dibandingin sama sekarang. Dulu rasanya informasi pergerakannya gak secepat sekarang, karena dulu jejaring sosialnya modelnya bukan berlinimasa seperti facebook. Website-website yang desainnya kekinian dan enak diliat dulu belom ada. Google udh mulai merajai internet tapi ya gitu-gitu aja lah.

Fast forward ke 2017. Jeda waktunya “cuma” 10 tahun, tapi oh boi betapa warbyasah nya perkembangan internet. Didukung kuota yang sekarang lebih murah dan lebih aksesibel dibanding 10 tahun lalu, sekarang kita bisa macem-macem pake internet. Dulu kalo mau jalan-jalan dalem kota aja bisa nyasar n kudu nanya orang, sekarang main ke kota orang cuma modal hape + GPS + google maps udah tinggal jalan. Sekarang juga bisa pesen angkutan online pula. Dulu kalo mau nyobain resep masak baru kudu mantengin tivi pagi-pagi jam 7, sekarang tinggal ke youtube. Dulu mau kirim2 file susah, sekarang penyedia penyimpanan dan berbagi file udah bejibun. Dulu dikasih tugas sekolah nyari jawabannya setengah mati, sekarang tinggal berguru sama mbah gugel n mbah wiki. Dulu kalo LDR cuma bisa lewat telepon, sekarang udah ada fasilitas video call. Dulu kalo mau ngestalk gebetan kudu tau rumahnya dimana, sekarang tinggal ikutin aja fb twitter instagram path askfmnya si dia.

Tapi kalo kamu lebih kepo lagi, kamu bisa mengintip kehidupan di luar negara ini. Sekarang udah ada google street view, kamu bahkan bisa seakan-akan berkelana di kota di luar negeri. Di youtube udah banyak vlog-vlog yang menceritakan keberadaan suatu negara. Di wikipedia banyak penjelasan yang bisa kita dapat mengenai budaya negara lain. Di forum-forum online seperti reddit atau quota kamu bisa berdiskusi juga mengenai banyak hal. Foto-foto? wah di jejaring sosial aja sudah banyak pula yang mempost foto mereka berada di luar negeri.

Manusia di tahun 2017 dapat memperoleh informasi yang sangat banyak jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Kebanyakan malah. Kakek dan nenek kita mungkin gak akan tau keadaan kota-kota di amerika sana seperti apa. Tapi sekarang kita tinggal buka google maps dan google street view, dalam sekejap kita bisa langsung tau. Orang tua kita juga mungkin kebanyakan tidak tau budaya di suatu “negara x”, tapi kalau kita buka wikipedia tentang “negara x” tersebut, atau mungkin jalan-jalan ke reddit atau quora, kita bisa langsung tau. Atau contoh seperti saya, pas masih bocah saya menganggap amerika itu negara hebat super power, lalu pas saya udah gede saya baru tau kalo orang amrik banyak yang belegug juga setelah baca-baca cerita dan berita online :p

Intinya sih, dalam kurun waktu 10 tahun aja, dunia semakin terhubung satu sama lain berkat internet. Memang sih ada beberapa negara yang belum bisa mendapat akses internet. Tapi sekarang negara kita, suka tidak suka dan mau tidak mau, sudah terhubung ke dunia luas. Yang berada di benak saya adalah, generasi ini sudah jauh berbeda sekali dengan generasi sebelumnya. Kita adalah generasi yang mendapat informasi terlalu banyak. Lalu saya menjadi teringat kisah-kisah dimana orang tua yang berasal dari generasi sebelumnya mengalami sedikit bentrokan pemikiran dengan anak-anaknya. Apakah ini efek dari arus informasi tersebut? Berarti apakah dalam membesarkan anak, harus digunakan cara yang berbeda dari cara membesarkan anak dari generasi sebelumnya? Ah, mungkin ini akan menjadi cerita di suatu hari nanti. Saat ini biarkanlah saya bertanya-tanya (karena jawabannya belum ada juga, duh).

Kemudian, akan digunakan seperti apakah informasi-informasi ini? Apakah terlalu banyak informasi yang datang ini memiliki dampak baik? Atau buruk? Ini juga saya gak tau :p Biarlah menjadi kisah di kemudian hari.

*balik badan, menuju matahari terbenam.*

Categories: Daily Blog | Tag: , | Tinggalkan komentar

Sedikit Kisah dari Perjalanan di Sebuah Rumah Sakit

Ketika kamu sering bersliweran keluar-masuk rumah sakit, kamu akan melihat sesuatu yang berbeda.

Beberapa bulan dari saya menulis blog ini, ayah saya sedang sakit dan butuh dioperasi. Sekarang alhamdulillah beliau sudah sehat. Tapi mari kita flashback ke waktu dimana saya harus bolak-balik dari rumah menuju rumah sakit selama beberapa hari dikala itu.

Rumah sakit yang saya kunjungi adalah rumah sakit yang berada di daerah Cikini di Jakarta. Rumah sakit yang sangat terkenal sehingga tentu saja, sangat ramai. Awal mula saya tiba di rumah sakit ini, ayah masih di ruang rawat inap sambil menunggu operasi, dan pikiran saya masih terfokus pada ayah saya yang keesokan hari akan dioperasi. Tetapi di hari-hari esok, ada beberapa hal yang menarik perhatian saya.

Di hari operasi, saya menunggu di luar. Awalnya rasa cemas meliputi. Namun setelah diri ini lebih tenang, saya melihat ke sekeliling ruang tunggu. Ternyata, banyak juga keluarga-keluarga pasien yang lain menunggu. Pada raut wajah mereka, ekspresi yang terlihat pun sama; cemas. Mereka terus berdoa agar orang terkasihi mereka berhasil melewati operasi dengan lancar.

Setelah ayah saya selesai di operasi dan ditempatkan di ruang HCU yang telah terisi beberapa pasien, saya melihat pemandangan yang sama. Keluarga-keluarga pasien yang menjenguk di ruang HCU. Mereka menyemangati dan mendoakan kerabat mereka yang sedang terbaring di HCU.

Hari berganti, pasien di ruang HCU juga berganti. Semoga mereka telah sembuh walaupun saya kurang tau juga bagaimana kabar pasien yang telah pindah dari ruang HCU. Sembari saya bolak-balik untuk menjenguk ayah, saya mendapat kesempatan untuk sedikit berjalan-jalan di rumah sakit. Saya melihat banyak orang yang sedang mengantri untuk berobat. Saya lihat wajah mereka satu persatu. Ekpresi mereka bermacam-macam. Ada yang termenung, ada yang cemas, ada yang lelah, dan lain-lain. Kemudian di gedung rawat inap, saya juga melihat banyak orang keluar-masuk dengan ekspresi yang berbeda-beda. Saya lihat juga ekspresi mereka. Satu-persatu. Ada banyak pikiran. Ada banyak ekspresi. Ada banyak emosi. Mereka berasal dari berbagai macam golongan. Ada yang pakaiannya terlihat necis dan bagus, ada juga yang pakaiannya lusuh. Ada yang memakai wewangian nan harum ada pula yang beraroma peluh.

Namun, ada satu hal unik yang dapat saya lihat. Tidak peduli seperti apa kamu, semua orang sama ketika berhadapan dengan penyakit. Lemah dan tidak berdaya. Tidak peduli status sosial kamu. Tidak peduli banyak harta kekayaan kamu. Semua orang bisa sakit. Dan tentunya semua orang punya harapan untuk bisa sembuh.

Lalu tidak peduli apa latar belakang kamu. Apa suku kamu. Apa agama kamu. Semua orang ingin orang yang terkasihinya untuk bisa sembuh. Semua orang selalu mendoakan kerabatnya agar bisa sehat dan kembali beraktivitas bersama-sama. Semua orang pasti sedih jika dia atau orang terdekatnya sakit. Semua orang ingin sehat. Semua orang ingin bahagia.

Saya tidak tau mengapa mendadak saya ingin menuliskan hal ini. Mungkin, melihat banyak energi negatif yang terjadi akhir-akhir ini. Banyak yang bertengkar karena beberapa hal. Mungkin saya berharap mereka yang sedang bertikai dapat melihat apa yang saya lihat ketika itu. Sehingga kita bisa saling lebih menghargai satu sama lain.

Mungkin kata-kata dalam ketikan ini tidak 100% bisa menggambarkan apa yang saya rasakan pada saat itu, tetapi semoga ada pesan yang dapat tersampaikan.

Hidup itu…penuh dengan misteri.

Categories: Daily Blog | Tinggalkan komentar

Pindah Blog: MWB Knowledge!

Iya, jadi biar gk bingung, semua blog yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan semua ilmu yang saya tau bakal dipindah ke mwbknowledge.wordpress.com 😀 Blog ini tetap bakal ada, tapi lebih ke sharing pengalaman pribadi dan hal-hal geje lainnya. Stay tuned!

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Nulis itu susah ya (kalo gak dilakuin; ya iya lah)

Halo! Udah lama nih gak ngupdate blog, biasa lagi matik (males ngetik :p)  Tapi harusnya gak boleh sih, kan saya niat bikin blog ini buat berbagi pengalaman. Jadi tetep diusahakan diisi deh walaupun isinya masih gak jelas haha.

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Apa Itu Teknik Material ITB? Part 5 – Mata Kuliah Tahun Ketiga

Pindah ke https://mwbknowledge.wordpress.com/2015/06/21/apa-itu-teknik-material-itb-part-5-mata-kuliah-tahun-ketiga/

Categories: Ilmu, Teknik Material | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Long Time No See!

Halo! Lama sekali sepertinya saya gak ngupdate ini blog aheuheuheu *digeplak*

Maap maap karena saya orangnya ultra mood2an kalo bikin blog jadi yaa gitu deh :p eniwe tenang aja saya udah punya rencana buat ngupdate blog ini dengan informasi informasi yang semoga bisa bermanfaat, jadi tunggu aja update pasti akan datang 😀

Eniwe, kalau ada yang penasaran (…atau nggak ada kyknya ya) yang penasaran sama kabar saya (ceileh ge-er), alhamdulillah saya berhasil juga lulus S1 di Teknik Material ITB (dengan penuh perjuangan tentu saja), dan saat ini saya meneruskan S2 di Teknik Material ITB lagi! Doakan studi saya lebih lancar dan berhasil yah!

-MWB-

Categories: Daily Blog | Tinggalkan komentar

Apa Itu Teknik Material ITB? Part 4 – Mata Kuliah Tahun Kedua

Pindah ke https://mwbknowledge.wordpress.com/2014/05/07/apa-itu-teknik-material-itb-part-4-mata-kuliah-tahun-kedua/

Categories: Ilmu, Teknik Material | Tag: , , , , , , | 2 Komentar

Blog di WordPress.com.